Implementasi ETP, Dukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah
Staf
Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah Muhammad Kurniawan didaulat
menyampaikan Keynote Speech pada Focus Group Discussion (FGD)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Mewakili Gubernur
Kaltim, Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah Muhammad
Kurniawan didaulat menyampaikan Keynote Speech pada Focus Group Discussion
(FGD) Akselerasi Implementasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah
(TP2DD) di Provinsi Kaltim, di Aula Maratua Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank
Indonesia Provinsi Kaltim, Senin (24/05).
Pemprov
Kaltim, menurut Kurniawan, terus mewujudkan perluasan less cash society dan
keuangan inklusif melalui peningkatan akses keuangan untuk layanan transaksi
non tunai. Terlebih di era sekarang, dengan dukungan teknologi, konsumen ingin
cepat dan experience menambah terus. Untuk itu para pelaku usaha baik
pemerintah maupun swasta harus berkompetisi dan berkolaborasi guna mendorong
percepatan ekonomi daerah.
“Saya
yakin di sektor optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), dalam akselerasi
implementasi digitalisasi pengelolaan keuangan daerah Kaltim telah berjalan dan
berkembang, tentunya dengan koordinasi dan harmonisasi kebijakan dalam
implementasi ETP (elektronifikasi transaksi pemda),” kata Kurniawan.
Untuk
diketahui, lanjut dia, komponen pajak daerah, penerimaan pajak daerah 2021
secara keseluruhan ditargetkan sebesar Rp4,26 triliun, mengalami peningkatan
sebesar Rp867,21 miliar (25,56 persen). Kedepan, harus terus mendorong
efisiensi belanja dan meningkatkan potensi penerimaan APBN/D, mewujudkan
akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pemerintah (pusat dan
daerah) dalam rangka mewujudkan Good Governance dan mendorong akses keuangan
masyarakat untuk bertransaksi sekaligus menstimulus perekonomian di Kaltim.
“Saya
berharap melalui FGD ini akan lebih memperkuat budaya masyarakat kaltim dalam
mengoptimalkan pengunaan pembayaran secara elektronik transaksi pemda sekaligus
menjadi pemicu Pemda dan semua elemen untuk meningkatkan implementasi TP2DD dan
ETP di Kaltim. Pemda berkomitmen untuk mengajak kita semua untuk terus
melakukan edukasi, sosialisasi dalam meningkatkan kepedulian dalam bertransaksi
non tunai menuju Kaltim yang maju dan berdaulat,” urainya
Kepala
Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Tutuk SH Cahyono mengapresiasi komitmen
pimpinan daerah di Kaltim yang sangat luar biasa. Baik gubernur maupun wakil
gubernur sangat responsive dan sangat mendukung gerakan digitalisasi daerah.
Perwakilan BI Kaltim saat ini sudah membuat sistem pembayaran untuk
mengakomodir kemajuan teknologi yang bisa dipakai untuk mempercepat dan
meningkatkan efektifitas kebijakan. Serta mendorong Pemda untuk melaksanakan
Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) di wilayahnya masing-masing.
“Pak
Gubernur meminta kepada stakeholder terkait agar gerakan non tunai harus dipacu
dan didorong melalui akselerasi implementasi pembentukan TP2DD, baik di tingkat
provinsi maupun kabupaten/kota se Kaltim. Semoga ini segera terealisasi di
seluruh kabupaten/kota se Kaltim, termasuk di tingkat provinsi,” ujar Tutuk.
Hadir
sebagai nara sumber Direktur Pendapatan Daerah Kemendagri Dr Hendriwan,
sejumlah Sekda Kabupaten di Kaltim, kepala dan perwakilan BPKAD dan Bapenda
baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. (mar)